Pengkaderan ? Ospek ? Enjoy saja

Diposting oleh Nafi Abdul Hakim on 23 Maret 2012

Indahnya menjadi seorang mahasiswa mungkin tak banyak orang yang merasakan.  Namun, inilah yang saya rasakan kali ini, entah gara-gara masih menyandang status mahasiswa baru a.k.a MABA atau karena baru mengenal banyak orang, teman baru, atau yang lain, saya juga gak tahu. Hehehehe..

Terhitung sejak sekitar September 2011 saya ‘resmi’ menjadi mahasiswa di Teknik Elektro ITS, meski gak tahu kenapa dulu pilih jurusan teknik elektro di ITS, alhamdulillah sekarang saya sudah merasa ‘nyaman’ di Jurusan ini. Berawal dari hal inilah, saya mulai mengenal yang namanya ‘pengkaderan’ yang mungkin banyak orang mengangapnya dengan sebutan OSPEK, padahal keduanya adalah hal yang berbeda.


Foto semasa Mahasiswa Baru Elektro, masih gundul
Pengkaderan, makanan apa itu? Hehehe, dari kata dasarnya saja kita bisa sedikit menerka pengertian pengkaderan itu sendiri. Menurut pandangan saya, pengkaderan adalah suatu proses pelatihan atau pembentukan karakter kader-kader (dalam hal ini adalah mahasiswa baru) untuk menjadi pribadi peduli, peka, beretika, solid, kritis, aktif, dan cerdas yang kelak dapat meneruskan estafet kepemimpinan dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. 

Dari proses pengkaderan ini, saya dan kawan-kawan dituntut untuk mengenal satu sama lain, dengan jumlah sekitar 212 anak. Dari hal kecil inilah, kami dituntut untuk bisa bersosialisasi dengan baik antar teman satu angkatan. Melewati banyak sekali event-event hebat bersama, dan dari sekian banyak event yang telah kami lewati, sedikit demi sedikit terbentuklah hubungan kekeluargaan diantara kami. Tertawa, sedih, tegang kami lalui bersama #bahasa mulai alay.

Hasil positif yang saya dapat dari serangkaian pengkaderan ini banyak sekali. Saya lebih berani mengutarakan pendapat, lebih mudah untuk berinteraksi dengan orang-orang baru, lebih peka terhadap situasi di sekitar saya, bisa mengenal banyak sekali karakter seseorang, belajar mengatur waktu, dan yang terpenting adalah di sini, saya menemukan sebuah ‘keluarga’ baru.

Mungkin sebagian orang bertanya-tanya kenapa tiba-tiba saya menulis posting seperti ini? Karena saya ingin berbagi pengalaman dan informasi kepada semua orang karena banyak sekali tanggapan yang saya terima dari adik-adik kelas saya di SMA kalau pengkaderan selalu dihubungkan dengan PERPELONCOAN atau ajang ‘memuaskan’ SENIOR, dan itu adalah salah.
Mungkin saya juga berpendapat sama dengan pendapat adik-adik kelas saya pada awalnya, namun setelah merasakan manfaatnya, saya tahu, kalau kakak-kakak kita di Jurusan/di perkuliahan telah memikirkan jauh-jauh hari membuat konsep sedemikian rupa untuk bisa memperbaiki karakter kita yang masih SISWA menjadi MAHASISWA :).
#untuk adik-adik kelas 12, maksimalkan waktu yang masih ada untuk fokus mengejar impian kalian berkuliah di tempat yang kalian inginkan, lebih giat beribadah, dan berdoa. SUKSES!

Semoga bermanfaat, dan maaf kalau ada tulisan saya yang salah.

{ 32 comments... read them below or add one }

Adib Mahdy mengatakan...

disini anda menyatakan menemukan sebuah ‘keluarga’ baru.
jadi pada dasarnya dalam keluarga tidak ada SENIOR dan JUNIOR..yang ada hanyalah Mas/Mbak dan Adek.. (Yang baru lahir menghargai yang sudah tua) dengan tidak adanya presepsi SENIOR maka semakin terasalah keluarga kita,,yang mendidik leluasa yang didik selalu senang,,trima kasih
(uncal proker tahun dpan) hahaha

Adib Mahdy mengatakan...

maksudku yg mendidik leluasa dan yang dididikpun senang hehe

ravaa_ndra mengatakan...

sippo...

Samaranji mengatakan...

Menjadi pribadi peduli, peka, beretika, solid, kritis, aktif, dan cerdas yang kelak dapat meneruskan estafet kepemimpinan dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. => Amiin.

Aku gak anak kuliahan je *katrox*... cuman biar pinter ya ngedeketin anak kuliahan, biar ketularan. *eh anak kuliah pinter enggak ya ^.^a... haha :D pissss ^_^v

Al Ghozalï mengatakan...

inget pas mos masuk smk akhir tahun lalu :@

risa mengatakan...

selamat mengaplikasikan hasil dari pengkaderannya ya. sukses .. :)

Anas mengatakan...

Rongewu Suwelassssss.....
Semuanya satu komando,,,,,
Push Uuuuuuuuup!!!
hahahahaahahaha

srrriii mengatakan...

Ospek emang bikin cape..
tapi bikin kita jadi tambah dewasa jugaaa...
asalkan nggak pake main fisik, OSPEK di setiap institusi, mau kampus ataupun sekolah pasti bisa jadi hal yang menyenangkan..
dan unforgettable pastinyaa...
sukses ya Maba!
:D

Suwargo mengatakan...

terima kasih agan menambah wawasan baru tentunya, salam kenal happy blogging

andirokhman mengatakan...

saking indahnya masa pengkaderan, dengan ini saya menyatakan ingin mengikuti snmptn tulis 2012 untuk menjadi maba elektro lagi

Sandi Nugroho mengatakan...

Oke mas, Siip,., Yang penting sekarang MAsuk Ke Universitas yang diinginkan. Amiiin. Mohon Doanya buat anak Kelas XII yah bang.

Angga Firmansyah's Blog mengatakan...

sippp - sippp...

opo maneh PADAMU HIMATIKA 2011...
tambah sippp......

sawali tuhusetya mengatakan...

sepanjang tidak berbau dendam dan kekerasan antar-generasi *he hehe* OSPEK pasti akan banyak manfaatnya, mas.

hehe mengatakan...

ospek... menyenangkan juga kok.. :))

andrey mengatakan...

minimal dengan ospek dapat membangun mental kita

Dhajal Capeng mengatakan...

salam sukses

Ahong mengatakan...

Jadi nda sabar pengen kuliah :D

JHE mengatakan...

-bagus2, jgn lupa follow back ya.

mY c0lLecTi0n mengatakan...

Oke mas,
Aku juga akan merasakan itu "nanti"
Doakan saya bisa masuk di kampus yang sama dengan mas Napi yaa :D hehehe

Anonim mengatakan...

omong kosong

thya mengatakan...

kalo di UNJ namanya MPA (Masa Pengenalan Akademik) ;)

Blognya Venny mengatakan...

tempat agan namanya pengkaderan ya??? kalau tempat ane mah namanya propti :D

Anonim mengatakan...

keluarga baru? keluarga bagi yang pro pengkaderan, tapi musuh bersama bagi para boikoter.. pengkaderan busuk

Muara mengatakan...

woh, kalo jadi musuh kan tergantung juga sama pribadinya masing masing mas dalam menyikapinya :D

Septian D Chandra mengatakan...

yang atas ada yang nggak terima tuh... haha

Ya... memang tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Sejauh ini saya nggak ada masalah sama pengkaderan. Di balik sebuah masalah, pasti ada hikmah dan manfaat. Kebanyakan orang merasa direndahkan waktu dibentak dan dipisui seniornya. tapi dibalik itu beberapa orang bisa merasakan manfaat diatas penderitaan. Kita terbiasa dalam posisi 'tidak aman', lebih mampu mengambil keputusan, dan lain sebagainya. Dan jika kita memang tidak suka dengan sistemnya, kita bisa melawannya, bukan kabur darinya. Disitulah serunya. Selagi kita bisa menemukan manfaat, jangan sok2an cari buruknya aja lah :D

salam kenal, D3 Elektro '11.

maba ITS mengatakan...

jadi semangat buat pengkaderan :D

cerita anak kost mengatakan...

hahahaha. ko mabae ITS ga di gundul, yoopo iki. ga seru.
enjoy aja, yang jelas pengkaderan tu asik. klo jurusan ku dulu tu ada lima tahap.
1. fisik.
2. fisik
3. fisik
4. fisik

















5. fisik juga.
jadi selamat datang di ITS.

Nafi mengatakan...

@admin cerita anak kost : itu mah masih ada..... dan masalah foto di atas itu, sudah tumbuh lamaaaaa sekali... awal ya gundul :D

Anonim mengatakan...

Mantap gan salam elektro juga
Hem ft ub

Anonim mengatakan...

Mantap gan salam elektro juga
Hme ft ub

Panji e'12

Cara Mengatasi Kloset Mampet mengatakan...

mantaaap gan
di tunggu info selanjutnya
thanks

Kampung Inggris mengatakan...

begitu seharusnya ospek, untuk membangkitkan motivasi belajar dan oragnisasi bukan ajang balas dendam senior..

Posting Komentar

Kesan, Saran, dan Kritik Anda adalah bagian dari perubahan diri saya menjadi yang lebih baik. Terima kasih

Cara memberi komentar :
1. Pilih pada bagian "Beri Komentar Sebagai"
2. Pilih Anonymous -- untuk Anonim
3. Pilih "Name/URL" -- untuk memberi nama dan alamat web Anda

Terima Kasih @ininafi

Pengikut