Bullying di Sekolah, apa bisa dihilangkan?

Diposting oleh Nafi Abdul Hakim on 16 Agustus 2012

Bullying? Sebuah topik yang mungkin tiada henti diperbincangkan. Tema ini saya angkat kembali karena adanya diskusi ringan di grup FaceBook yang kemudian diangkat di koran Republika, 080812, pada kolom SuaraKampus (ada foto saya mampang di sana :D). Aksi ini memang masih banyak terjadi di sekolah-sekolah baik tingkat SMP maupun SMA, dan lebih parahnya lagi, dilanjutkan di beberapa Perguruan Tinggi. 


Bullying yang kebayakan dilakukan di awal tahun, seperti pada MOS (Masa Orientasi Siswa) atau Ospek/Pengkaderan (pada Instansi perguruan tinggi), dilakukan terus menerus? Kenapa? Beberapa faktor seperti, ajang pamer ke adik kelas, ajang balas dendam karena dulunya menjadi "korban" Bullying, atau memang lingkungan yang menjadikan mereka berbuat seperti itu? Siapa yang tahu.. 

Berikut ini beberapa pendapat teman saya pada waktu diskusi di grup FaceBook : (nama masih nama FB, kali ada ada yang pengen jadi secret admirer :p)

Bella Bungas Aishiteimasu
Menurut saya kekerasan tidak perlu di balas dengan kekerasan karena hal itu akan membuat salah satu mengalami tekanan. Dengan cara 'Menerapkan sistem anti kekerasan di sekolah', itupun dengan banyak cara, yaitu Keakraban antar guru dan murid, Komunikasi yg baik dari guru kepada murid begitu sebaliknya dan Saling percaya (secara logika kalau kita saling percaya kekerasan tak akan muncul bukan?)
Menyatupadukan kesadaran hati dan pikiran antar guru dan siswa itu juga penting, jadi ada kesadaran dari individunya untuk tidak melakukan kekerasan :)
Begitu ^^

Nafi Abdul Hakim (wah, ada saya)
Bullying memang susah kalau dihilangkan, soalnya emang dari dulu memang sudah ada pak, bahkan pada saat Masa Orientasi Siswa MOS di beberapa sekolah, aksi Bullyiing malah ditunjukkan sama perangkat siswa OSIS dan kurang mendapat perhatian dari guru. Mungkin langkah preventif bisa dilakukan sejak Masa Orientasi tersebut.

Ditambah dengan adanya pendidikan Konseling yang sekarang justru minim dan diberi alokasi waktu yang kurang, pengalaman semasa sekolah dulu. Guru konseling mengeluh juga akan 'tingkah' siswa yang semakin gak karuan, dan butuh ilmu 'konseling' yang rutin di setiap minggunya.

Novina Imanardi
Kalau menurut saya tentang kasus kekerasan di sekolah, dapat diatasi dengan adanya komunikasi yang baik dari kepala sekolah kepada guru, dan guru kepada murid, maupun sebaliknya. Jado saya rasa selain murid yang di berikan bimbingan konseling, guru juga perlu di beri bimbingan konseling maupun pengetahuan mengenai pentingnya hubungan yang baik antara seluruh komponen sekolah tanpa perlu adanya kekerasan. Jadi gurunya juga perlu belajar betul. Belajar bagaimana me-manage emosi dengan baik, sehingga secara tidak langsung dalam mengajar seseorang guru dapat menanamkan nilai-nilai non-kekerasan kepada murid.

Abrian Rizky
Caranya ? Abrian Rizky konsep acara penyambutan peserta didik yang diubah, kesan pertama akan mempengaruhi mental peserta didik ke depannya. kalo dari awal yang diterima kontak fisik ya nanti kalo jadi kakak kelas begitu juga.
Semoga postingan saya kali ini bisa membuat kita masing-masing tergugah akan sistem pendidikan sekolah yang masih 'bocor' dalam hal pengawasan siswa. Mari kita berbagi dan sharing di sini. Semoga bermanfaat, terima kasih :D

{ 35 comments... read them below or add one }

M.Iqbal Arifhan mengatakan...

Bullying di sekolah, kegiatan tahunan, pada MOS (Masa Orientasi Siswa) atau Ospek/Pengkaderan. sebuah kegiatan yang menurutku sudah mendarah daging, jadi sangat sulit untuk di hilangkan, aku sempat berfikiran bahwa metode bullying ini hanyalah kegiatan balas dendam,dll yang sarat akan kekerasan dan minim manfaat. tapi aku juga sempat memperoleh pemahaman, bahwa metode ini merupakan metode paling ampuh untuk melatih mental , metode untuk menggali potensi terpendam , serta penanaman nilai-nilai positif kepada subjek yang kita hadapi. dan memang caranya saja yang berbeda.

Pastinya semua dari kita pernah merasakan yang namanya MOS ataupun Pengkaderan, atau semacamnya. dan baik atau buruknya proses itu bergantung dari sisi mana kita melihatnya :)

menurutku proses seperti ini tidaklah salah, Asal di dalamnya berisi tujuan yang jelas serta tidak adanya unsur tambahan seperti berlandaskan Balas Dendam dan lain sebagainya.

Namun Sebaliknya jika adanya unsur balas dendam atau ajang unjuk kekuasaan di dalamnya sebaiknya metode ini di hilangkan.

Nafi Abdul Hakim mengatakan...

@mas iqbal, habis simulasi ya mas? terima kasih bro :D

adeuny mengatakan...

kereeeen nama2 peniti mucul semuaaaa... :D
aku ga ono #ngok -.-

Monika Maytri mengatakan...

setuju sama komen M.Iqbal Arifhan tergantung dari sudut pandang kita. Karena itu di setiap pengaderan/ ospek perlu ditanamkan sifat positive thinking, supaya efek pengaderan/ospek yang dilihat oleh siswa baru dan mahasiswa baru tersebut bukan hanya sebuah bullying saja

septy mengatakan...

tergantung sudut pandang ngelihatnya :D

Adib Mahdy mengatakan...

Eh begini ya,kadang Niat yang baik tidak Dibandang dengan sebagai hal baik..dan kadang Niat yang baik tidak dilakukan dengan sesuatu yang baik.

Kalau pada saat MOS di sekolah atau pengkaderan di kampus itu menurut saya bertujuan baik.Sebuah contoh misalnya MOS atau pengkaderan di kampus itu menggaris besari pengenalan lingkungan sekolah atau kampus kepada siswa dan mahasiswa baru.Degan tujuan bisa beradaptasi disana.

Kalau misalnya ada bullying,dengan tujuan balas dendam atau iseng itu merupakan aksi Oknum yang ada disana dan merupakan tanggung jawab pihak yang bersangkutan sperti panita atau Ormawa.Jika ada aksi semacam itu tergantung mental orang barunya kalau dia berani menentang atau mengaduh pasti dan menerapkan pola yang benar maka aksi tersebut tidak mengalami regenerasi...

sbenarnya intinya mental dan simpel
"Jika keadilan ditegakkan,maka keberanian tidak diperlukan"

Nafi mengatakan...

@monik, @adib : di sini yang tak maksud itu Bulyyingnya, aku juga merasakan efek positif dari ospek/pengkaderan.. tapi sisi negatifnya itu looo... aku setuju sama perkataanya adib "terkadang sikap baik itu dianggap buruk"

fauzul_andim mengatakan...

salam kenal

kunjungan perdana

ditunggu folowbaknya

Hzndi mengatakan...

saya rasa sih sangat sulit di ubah, Pernyataan dan kenyataan dilapangan sangat berbeda 180 derajt

Zizy Damanik mengatakan...

MOS sejauh mendidik dalam arti tidak menggunakan kekerasan fisik, baik-baik saja dijalankan karena hasil positifnya banyak, salah satunya adalah kekompakan team. Sama saja sebenarnya dengan saat baru masuk jadi pegawai baru, kantor saya juga punya kegiatan orientasi dan kita dilatih fisik dan mental, namun tentu saja tidak ada kekerasan (bullying).

NDSD mengatakan...

balik lagi kayak duasisi mata uang, setiap hal pasti punya positif sama negatif nya masing2 tergantung dari point of viewnya, menurut aku, MOS sah sah aja kalo tujuannya emang jelas untuk bantu pendatang baru lebih bisa adaptasi sama kultur yang baru, setiap kegiatan yang ada di MOS kalo ada esensi yang pengen disampein selama engga diselingi kekerasan fisik itu oke banget. :3

Helmy Satria mengatakan...

Bullying di sekolah harap dibedakan dengan pengaderan yang sebenarnya. Kalo pengaderan kan jelas-jelas tujuannya baik. Kalo bullying beda lagi. CMIIW

boland7capzlock mengatakan...

aku selalu bolos kakak..
sd, smp, sma bahkan d'perkuliahan..
aku gak pernah mengalaminya... wkwkk

Nafi Abdul Hakim mengatakan...

@helmy : nice.. CMIIW sisan :D tapi terkadang di dalam sistem pengkaderan juga ada cela untuk melakukan bullying,

Tularosa mengatakan...

hentikan saja yang namanya MOS dan OSPEK atau sejenisnya ^_^

BlogS of Hariyanto mengatakan...

ini adalah akibat dari pembiaran para pelaku bullying selama ini, seharusnya para pelaku dihukum oleh pengadilan, agar menjadi pembelajaran bagi para pelaku atau calon pelaku bullying lainnya...bahwa bullying itu bisa dikategorikan sebagai tindakan kriminal,
karena apapun kegiatan yang dilakukan...kalau pembiaran-pembiaran tetap terjadi...maka bullying pun akan tetap memakan korban :)

Nafi Abdul Hakim mengatakan...

@tularosa : dihentikan itu mungkin tidak akan bisa, yang bisa dilakukan adalah memperbaiki sistem yang telah ada dengan menanamkan nilai nilai yang lebih bagus lagi

@Blog's of hariyanto : hehehhee, kata2 memakan korban kok rasanya kurang pas ya pak... seperti tindak kejahatan yang gimana gitu

Dena Arta Putra mengatakan...

mending ga masuk males ikut begituan

Nafi Abdul Hakim mengatakan...

@Dena Arta Putra : yaaaaa jangan lah kang, memang itu hak akang, tapi coba lah ambil sisi positifnya, kembali lagi, setiap niat baik terkadang nampak buruk di awal

cik awi mengatakan...

Alhamdulillah saya pribadi belum pernah merasakan hal yang demikian. Kalau memang di sebagian sekolah atau perguruan ada bullying atau entah segala macam itu sesuatu yg wajar, selama tidak di lakukan kontak pisik dengan kekerasan oleh senior misal, nah kalau ada hal yg demikian ini yg tidak di anggap mendidik.

arif mengatakan...

sudah jadi budaya negatif, cara mengatasinya ya dilawan secara masif dengan budaya positif, dan itu butuh waktu proses :D..salam..

Candra mengatakan...

bagus artikelnya sobat.

Rohis Facebook mengatakan...

Ospek sdh bukan jamanx lg...! *smile

Putrie Jrs mengatakan...

Suka sarannya Mas Abrian ^_^
Hehehe.
Dikit dan mengena :D

Eh, izin follow blog-nya ya Mas ^_^

Sun mengatakan...

apa sushnya ya ngadain MOS/ospek yg lbih beradab tanpa bullying,, insyaAlloh ttp seru kok, yg pnting panitianya aja yg kreatif membuat agenda yg menantang tanpa pemeloncoan...

a.i.r mengatakan...

SALAM MERDEKA DULU!
jika sudah mengarah kepada bullying maka itu bukan orientasi lagi.. :)

Fahmi Setiawan mengatakan...

Bullying itu udah biasa sob, sering gua jumpain saat gua MOS SMP dan SMA.

OM Kris mengatakan...

Bullyng ditempatku malah biasa aja tuh gan, asyik2 aja...rindu malah pada masa-masa itu dulu tapi kejadiannya :D

NDSD mengatakan...

setuju sama nafi :3 ngilangin engga mungkin yang penting memperbaiki sistem yang ada aja supaya lebih valuable, banyak hal yang bisa didapat kok dari pengkaderan terstruktur hampir satu tahun :3 #curhat

andirkh mengatakan...

Kesalahan terbesar remaja sekarang adalah tidak beli mainan di toys city, akhirnya adek kelasnya yg dibuat maenan (bullybully)

BlogS of Hariyanto mengatakan...

Ramadhan sudah hampir berakhir, maka izinkanlah saya mengucapkan salam...
Taqobalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal aidin wal faizin
Semoga Allah menerima amalan-amalan yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga ALLAH menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan,
Selamat Menyambut Dan Merayakan Hari Raya Idul Fitri,
Mohon maaf lahir batin bila ada salah dan khilaf selama ini,
Salam hangat dan hormat dari Makassar- Indonesia
Wassalam

Fahmi Setiawan mengatakan...

Mampir lagi sob, Minal Aidzin Wal Faidzin ya sob :D

dedekusn mengatakan...

Dihilangkan 100% memang susah, tapi usaha kearah itu harus ttp diupayakan. Kerjasama pihak sekolah, keluarga & lingkungan masyarakat sangat diperlukan.

Selamat Idul Fitri Sahabat, Maaf Lahir Bathin ya...

Mr.o2n mengatakan...

Sepuluh jari tersusun rapi, bunga melati pengharum hati, comen terkirim pengganti diri, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN di hari yang suci nan fitri ini saya selaku admin bisonl.info mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H, MINAL AIDIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN bagi yang merayakan hari kemenangan

Reza_ mengatakan...

MOS adalah ajang untuk membalaskan dendam,,,karena saya pun pernah merasakannya dari kakak kelas saya,,tapi waktu saya jadi anggota osis saya lebih baik gak masuk sekolah karena gk mau sperti kakak kelas saya dulu mas,,haha

Posting Komentar

Kesan, Saran, dan Kritik Anda adalah bagian dari perubahan diri saya menjadi yang lebih baik. Terima kasih

Cara memberi komentar :
1. Pilih pada bagian "Beri Komentar Sebagai"
2. Pilih Anonymous -- untuk Anonim
3. Pilih "Name/URL" -- untuk memberi nama dan alamat web Anda

Terima Kasih @ininafi

Pengikut