Kalau lebaran identik dengan hal baru

Diposting oleh Nafi Abdul Hakim on 18 Agustus 2012

Lebaran harus tampil baru, budayanya siapa itu.....? Di Islampun tak mengajarkan akan hal tersebut. Yang ada dulu itu tampil baru lantaran pas berkunjung ke rumah sanak ingin menyenangkan keluarga yang didatangi, tak lebih. Dan kalau memang keadaannya memang sederhana, yaaaaaa gak apa apa. Tapi apa yang terjadi sekarang? 

Banyak orang yang terkesan memaksakan kondisi supaya pada saat lebaran, kenapa..? Itu karena di Indonesia budaya ini terkesan menjadi ajang pamer kepada orang lain. Apa yang terjadi di akhir Ramadhan? Masjid-masjid yang biasanya ramai dipenuhi jamaah sholat Isya’ dan Taraweh mendadak sepi menjelang Idul Fitri karena lebih memilih pasar untuk berbelanja pakaian dan makanan. Hahahahha, inilah kebiasaan yang menjadi budaya. 

Intinya, lebaran yang di identikan dengan hal baru, bisa, tapi yang menjadi baru adalah kehidupan spiritualis kita. Menjadi tahap awal menjalani kehidupan kembali setelah kurang lebih 1 bulan penuh mengalami massa ‘persiapan dan pembakaran’ di bulan suci Ramadhan. 

Ditinggalkan bulan suci Ramadhan seharusnya kita harus bersedih ‘dalam artian positif’, mengingat hanya di bulan inilah kita benar-benar menjumpai ‘lingkungan’ agamis yang sangat kuat dan kental untuk beribadah
Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang menjalankan
Semoga ibadah yang telah kita jalani selama sebulan penuh mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT
Dan semoga kita diizinkan oleh Allah untuk bertemu dengan bulan Ramadhan dan memperoleh kemenangan pada tahun depan
Amin
Demikian posting singkat saya di akhir bulan suci ramadhan ini, semoga bermanfaat :D

{ 27 comments... read them below or add one }

M.Iqbal Arifhan mengatakan...

wkwkwk fakta Ramadhan :
10 minggu pertama Masjid ramai di datangi untuksholat siya + tarawih
10 minggu terakhir masjid kian sepi, pasar2 mulai ramai di datangi pembeli

menjadi orang yang baru setelah ramadhan bukan di tunjukkan dengan pakaian atau barang2 yang baru, melainkan dengan perubahan sikap serta prilaku yang lebih baik dari waktu sebelum kita memasuki bulan ramadhan.

Nafi Abdul Hakim mengatakan...

@iqbal : alhamdulilah, komentar anda selalu super :D

NDSD mengatakan...

lebaran emang harus baru semua tapi bukan secara physically analoginya macam jadi ulat pas hari biasa kepompong pas puasaan dan kalo sukses jadi kupu2 deh pas lebaran :3

heroe13 mengatakan...

selamat lebaran, mohon maaf lahir batin ^^

applausr mengatakan...

sebenarnya sih tidak masalah dengan baju baru... asalkan sebanding dengan apa yang dilakukan di bulan Ramadhan... hehehhe selamat Idul Fitri ya... maaf jika ada salah salah kata,....

6 INFO mengatakan...

Minal aidin wal faidzin.. Mohon Maaf Lahir dan Batin yah sob...

Dadi Heryana mengatakan...

betul gan, masjid mendadak kosong kalau udah mau idul fitri...! Met Idul Fitri aja ya gan, mohon maaf lahir dan batin.

cik awi mengatakan...

Akan lebih bagus lagi lebaran dengan suasana hati yg bersih baru, dengan saling memaafkan kesalahan satu sama yg lainya.

Irfan mengatakan...

Dengan datangnya Idul Fitri bukan berarti amalan yang kita lakukan di bulan Ramadhan berakhir begitu saja . . . (kecuali shalat Tarawih, lho . . . :D)

Di hari kemenangan ini, saya hanya bisa berharap,
Taqobalallahu minna wan minkum, semoga Allah menerima amalku dan amal Anda.
Shiyamana wa shiyamakum, puasaku dan puasa Anda.

Mohon Maaf Lahir & Batin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H.

Anonim mengatakan...

gk papa lah bro...
soale setahun sekali beli baju baru...wkwkwk

Rawins mengatakan...

pacar baru boleh juga kayaknya, sob..
hehe

Ska Blogger mengatakan...

setuju banget sama komentar diatas @rawinsxD
masih jomblo soalnya :(

Dwi Rachmat mengatakan...

Intinya Adat Istiadat Indonesia bro.. klo gk mudik gak lebaran namanya ,,sudah dari nenek moyang dulu begitu hhehe

berkunjung di blog sobat.. Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf lahir dan bathin ea..

-Master Venomia-

BlogS of Hariyanto mengatakan...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
ketika akhir Ramadhan berlalu berganti fajar Syawal, izinkanlah saya mengucapkan salam dan doa,
Taqobalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal aidin wal faizin
Semoga ALLAH menerima amalan-amalan yang telah aku dan kalian lakukan ,
dan semoga ALLAH menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan,
SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA KEMENANGAN IDUL FITRI,
bila ada salah dan khilaf selama ini, baik yang disengaja atau tidak disengaja, mohon dimaafkan lahir dan bathin,
Wassalam

Kang Jo mengatakan...

serba baru, hati pun harus diperbarui lebih baik lagi. Minal aidin walfaidzin sobat :)

Jefrianto Manalu mengatakan...

serba baru,hati pun bersihhh

Zizy Damanik mengatakan...

Tahun ini anak saya gak ada baju baru, soalnya baju lamanya juga masih ada yang tergolong baru yah... jadi sayang kalau beli lagi. Yang baju baru sih emaknya :D.
Minal Aidin Walfaidzinnnn.....

Dena Arta Putra mengatakan...

minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin

JadiGitu mengatakan...

Iyaa gan... cuma yang disayangkan ramadhan nya gak baik juga akhlaknya dan ketaatannya.. sama aja pas lebarannhatinya gak baru. hehhe

minal aidin wal faizin juga yaa

carikost mengatakan...

ehm. seharusnya yang baru itu hatinya ya bang, bukan barangnya ya. tapi biasanya itu cuma anak anak, klo orang dewasa mah ud engga. maafin ane ya bang, kalau ada salah salah kata.

Aldio Blog mengatakan...

mohon maf lahir dan batin yh sob

r10 mengatakan...

kalau saya tetap beli sandal baru... soalnya sandal lama sudah putus talinya :|

BlogS of Hariyanto mengatakan...

hadir lagi mencari ketupat lebaran :)

pintu dan jendela mengatakan...

iya bener juga ya, baju baru, hati baru, wajah cerah baru setelah lebaran :D

Vertical Blind Murah mengatakan...

pacar juga baru ya. hahaha

Harga Label Baju mengatakan...

thanks gan infonya, sangat bermanfaat

Gps Tracker mengatakan...

Thanks for the info. In case when you traveling, you might need a GPS for your car or boat and even knowing your own location.

Posting Komentar

Kesan, Saran, dan Kritik Anda adalah bagian dari perubahan diri saya menjadi yang lebih baik. Terima kasih

Cara memberi komentar :
1. Pilih pada bagian "Beri Komentar Sebagai"
2. Pilih Anonymous -- untuk Anonim
3. Pilih "Name/URL" -- untuk memberi nama dan alamat web Anda

Terima Kasih @ininafi

Pengikut